Minggu, 21 November 2010

Pengertian Batang Napier

CARA MENGHITUNG
PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN
 BATANG NAPIER


A.      LATAR BELAKANG
Pada umumnya anak-anak sering mengalami kesulitan dengan matematika. Mungkin sebagian dari kita dahulu juga mengalami hal yang sama. Salah satuhal yang dapat membuat anak-anak senang dengan matematika adalah kebebasan mereka dalam bereksperimen dengan matematika. Matematika bukan sesuatu yang mudah, tetapi paling tidak kita dapat membuatnya menyenangkan.
Perkalian adalah konsep matematika utama yang harus dipelajari oleh anak-anak setelah mereka mempelajari operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Saat ini berkembang sebagai metode berhitung. Pada intinya semua metode berhitung adalah baik dan semua anak berhak untuk mempelajari metode-metode yang ada, sehingga mereka kaya dengan suatu cara. Dengan demikian, jika mereka mengalami kesulitan dengan satu cara maka mereka dappat menggunakan cara lain untuk menyelesaikan.
Berhitung merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh siapapun, mulai dari pelajar, pedagang, guru, dan lain sebagainya. Kegiatan berhitung yang biasa dilakukan yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Pada zaman dahulu berhitung dilakukan secara manual, akan tetapi sekarang dapat dilakukan dengan peralatan yang lebih canggih seperti kalkulator, computer dan lain-lain. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah proses perhitungan yang dilakukan. Tetapi saat ini banyak terdapat metode berhitung tanpa menggunakan bantuan alat-alat hitung yang modern akan tetapi metode berhitung ini sangat menarik jika dipraktekan secara langsung. Yang dimaksud metode hitung disini yaitu berhitung perkalian dengan menggunakan Batang Napier atau Kotak Perkalian.
B.       TUJUAN
Tujuan dari Cara Menghitung Perkalian dengan menggunakan Batang Napier yaitu melatih siswa agar lebih kreatif dan memudahkan siswa dalam menghafal perkalian 1 sampai dengan sepuluh tanpa terkesan dipaksakan. Selain itu siswa juga akan belajar sambil bermain. Sehingga siswa tidak merasa cepat bosan dalam mempelajari matematika khususnya dalam operasi perkalian.

C.        PEMBAHASAN
1.     Pengertian Batang Napier
Batang Napier pertama kali ditemukan oleh seorang bangsawan dari Skotlandia yang  John Napier (1550-1617). Alat tersebut menggunakan prinsip perkalian decimal, atau latitice diagram(arab).    
Sebuah Batang Napier terdiri dari 10 kotak, dengan kotak terbatas menunjukan sebuah bilangan dasar (digit) dan kotak selanjutnya berturut-turut merupakan hasil perkalian bilangan dasar tersebut dengan 1 hingga 9, dimana satuan diletakkan di bagian bawah diagonal, sedangkan bagian puluhan diletakan di bagian atas diagonal.
Dalam perkembangannya batang Napier dapat dipakai tanpa dalam bentuk batang tetapi dalam bentuk perkalian, yang dapat memudahkan dalam mempelajari perkalian bilangan bulat. Apabila tanpa menggunakan batang maka membutuhkan permainan memori dan latihan disamping harus menghafal perkalian satu digit hingga 9 x 9. Sehingga sangat cocok untuk digunakan pada siswa kelas rendah, sebab siswa akan belajar perkalian 1 sampai dengan 10.
2.     Cara kerja menggunakan Batang Napier
Cara kerja batang napier sangat mudah dengan menerjemahkan persoalan perkalian menjadi penjumlahan hasil perkalian setiap digit yang telah ada pada batang napier.
Jika kita menghadapi perkalian dua digit, gambarkan kotak yang mewakili dua digit. Tetapi jika menghadapi perkalian dengan digit campuran maka kita harus menggambarkan kotak perkalian yang mewakili digit campuran tersebut.
D.        PENUTUP
Perkalian dapat diselesaikan dengan menggunakan berbagai alat, tetapi dapat pula diselesaikan dengan suatu metode yang mudah dan dapat dipergunakan sebagai media pembelajaran matematika yang menyenangkan.
Untuk siswa kelas rendah perkalian Batang napier sangat efektif untuk membuat anak belajar sambil bermain. Sedangkan perkalian dengan kotak perkalian dapat digunakan untuk menyelesaikan perkalian dengan banyak digit dan hasilnya lebih akurat.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar